Eksplorasi Potensi Berujung Prestasi

Apa saja yang sudah pembaca BJS lakukan dalam hal pengembangan diri? Pentingnya mengetahui potensi yang ada di dalam diri kita sebenarnya bukan semata-mata untuk unjuk kemampuan di muka umum. Potensi diri yang kita miliki ini pada dasarnya mengukur sejauh mana kebermanfaatan kita dalam lingkungan kita berada. Misalnya saja pada lingkungan pekerjaan.

Masih ingat ceritaku yang sebelumnya, berjudul Menuju 365 Harir Berkarir? Ada satu bagian di mana aku menceritakan awal mula bekerja di perusahaan digital MD Media (Telkom Group). Aku Bekerja sebagai Quality Service Officer di Departemen Big Data Operation pada Divisi Big Data. Deskripsi kerja yang lebih banyak berfokus pada dukungan operasional pekerjaan kepada customer dan membuat dokumentasi proyek dengan target capaian yaitu service excellent.

Nah, cerita kali ini merupakan implementasi dari pengembangan diri dalam dunia kerja yang aku terlanjur basah di dalamnya. Aku mengukur sejauh mana diriku berhasil menemukan potensi yang ada di dalam diriku untuk bisa menghasilkan suatu manfaat minimal bagi diriku.

Karena memang ketika kita hanya bekerja begitu saja tanpa belajar suatu hal yang baru malah hanya akan menjadi sia-sia. Maka dari itu, pentingnya menggali potensi diri adalah sebuah kewajiban. Setidaknya begitulah prinsip yang aku terapkan.

Dengan segala kerendahan hati, cerita yang aku tuliskan ini adalah murni untuk berbagi pengalaman. Bukan menunjukkan kemampuan untuk kemudian sombong dan durjana dalam bersikap. Karena apalah kita sebagai manusia yang sombong namun segala yang di dunia ini bukan milik kita, tapi milik Allah Sang Penguasa Alam Raya.

Pada bulan April yang lalu, aku mendapatkan penghargaan sebagai Juara 2 Karya Inovasi di kategori Big Data. Tentu aku tidak sendiri. Bersama 3 orang atasanku, dan 3 orang staf di divisi Big Data, kami mendapatkan pada acara bertajuk Miracle Awards 2017.

Festival ini merupakan lomba pengumpulan karya-karya inovasi yang dibuat oleh tiap-tiap anak perusahaan di lingkungan Grup Telkom. Inovasi yang pada implementasinya berupa produk dan solusi yang diterapkan pada pasar atau customer ini dituliskan dalam sebuah karya tulis. Menceritakan permasalahan yang terjadi di pasar, proses penciptaan ide, dan penerapan inovasi pada pasar tersebut, sehingga menghasilkan revenue bagi perusahaan.

Meski mendapatkan predikat “Silver Medal” adalah ambisi yang belum maksimal bagi tim, namun secara pribadi aku merasakan hal yang berbeda. Ini adalah penghargaan dari perusahaan bagiku. Mendapatkan pengakuan sebagai juara berarti mengakui kemampuan seseorang pada bidang pekerjaannya.

Karena Abraham Maslow mengakatakan bahwa pengakuan adalah salah satu tingkat dari kebutuhan dasar manusia. Selama hidupnya, seseorang cenderung ingin memenuhi semua kebutuhan dasarnya. Salah satunya adalah pengakuan.

Untuk mendapatkan predikat juara tersebut, tim kami mendaftarkan karya inovasi berjudul “Indonesia Tourism Intelligence”. Sebuah solusi untuk menjawab permasalahan yang terjadi di industri pariwisata, khususnya menyasar pada sang regualator yakni pemerintah. Implementasi ini diterapkan di Kementerian Pariwisata RI. Dan tentunya inovasi ini menggunakan teknologi Big Data dalam menciptakan solusinya.

Silakan baca link berikut, untuk mengetahui solusi yang dimaksud: Mengintip War Room M17.

Aku berpartisipasi dalam tim sebagai tim operasional, sesuai dengan deskripsi kerja yang diberikan kepadaku. Mendampingi tim teknis dalam rapat bersama klien, sampai memastikan kualitas data yang tampil dalam aplikasi dashboard sesuai dengan metodologi perhitungan. Hingga membuat laporan akhir pekerjaan untuk penagihan kepada klien. Hal-hal semacam itu yang aku kerjakan dalam tim ini.

Tidak adal hal sangat dilekeluhkan dalam menjalani pekerjaan ini. Karena bagaimana ingin mengelu ketika lingkungan kerjamu membuatmu merasa dihargai. Apalagi apresiasi dalam bekerja juga diberikan. Maka ketika menjadi juara 2 ini pun, hanya rasa bersukur yang paling tepat menggambarkan kebahagiaan ini.

Di samping itu, kunci keberhasilan ini tentu bukan semata-semata kemampuan satu dua orang saja. Namun kerja tim dengan leader yang berempati kepada anggotanya adalah faktor pendukungnya. dan lagi-lagi ini aku dapatkan di tempatku bekerja, MD Media (PT Metra Digital Media), khususnya di Divisi Big Data.

Sampai saat ini, kerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI masih berlanjut. Dan aku masih diberi kepercayaan untuk memegang salah satu proyeknya. Amanah ini seperti kesempatan yang diberikan kepada ku lagi untuk semakin mengasah potensi dan meningkatkan kemampuan di dalam diri. Karena ujung dari ini semua adalah kualitas diri kita dan mendulang pahala dari kegiatan ini atas dasar ibadah.

Untuk itu, tulisan ini akan menjadi check point bagi diriku bahwa prestasi ini bukanlah titik henti dari pencapaian. Hanya sebagai pengingat bahwa masih ada jalan yang panjang dan berliku yang masih harus dilalui. Sampai kapan? Entah lah bagaimana Allah menentukan takdirku kemudian.

Terakhir, untuk pembaca BJS yang memiliki cerita serupa, atau bahkan lebih dari ini, jangan lupa untuk terus meningkatkan potensi kita ya. Karena dengan itu kita dapat mengukur kebermanfaatan kita bagi lingkungan sosial kita. Selamat berkarya! (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s