Kehangatan Teh Dalam Pelukan Hujan

Bandung, DH – Tidak terhitung berapa banyak hari yang membuatku betah pulang tidak tepat waktu saat hariku bekerja. Kata orang, begitulah ketika bekerja dengan passion.

Termasuk hari ini, aku lupa hari ini yang kesekian kali pulang di atas jam lima sore, waktu di mana karyawan di tempatku bekerja ini pulang ke rumah masing-masing. Namun, alasanku hari ini tidak mungkin terelakkan. Ya, hujan mengguyur Bandung Selatan di mana almamaterku, Telkom University berada, membuatku harus berlindung dari air dan sapuan cuaca yang dingin demi kesehatan tubuh “bergizi”-ku ini.

Semua orang di ruanganku bekerja memang sudah pulang. Tapi aku tidak sendiri. Karena tiba-tiba aku teringat filosofi yang diberikan dosen seni rupa di Fakultas Industri Kreatif, yang mengatakan “keberadaan itu justru berasal dari hal yang tidak ada”.

Maka dari itu, aku menciptakan suasana ramai dan hangat dari ketidakberadaan orang-orang di ruangan ini.

Mereka adalah penyanyi di era tahun ’60 sampai ’90-an, yang aku hadirkan melalui Youtube. Lalu aku ciptakan kehangatan dari secangkir teh tanpa gula yang memberikan efek tenang.

Rupanya, formasi ini adalah racikan yang tepat saat keadaan seperti yang terjadi hari ini. Di dalam kesendirianku, aku ciptakan suasana yang ramai dan hangat. Maka aku dapat tersenyum mengulang kembali perhitunganku mengenai hari di mana aku pulang di atas jam lima sore.

Tapi, alunan lagu “My Endless Love” ini memaksaku menghentikan hitung-hitungan tak tentu arah itu. Mereka bersautan dalam lambaian uap air yang datang dari secangkir teh.

Aku membayangkan jika mereka dapat mengelurkan kata, yang diucap adalah “Sudah, nikmati saja kami…”

Maka aku tak kuasa menjamah teh tanpa pemanis itu, sambil ikut mendendangkan lagu yang pada tahun 2014 ini kembali dipopulerkan oleh Virzha Idol dan Raisa. Mulutku bersenandung racau mengikuti lirik yang aku belum fasih seutuhnya.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Yang Maha Menguasai semesta alam.

Dalam suasana seperti itu, aku masih dapat tersenyum dan melupakan hari kesekian aku tidak pulang tepat waktu saat bekerja.

Karena teh ini, menghangatkanku saat hujan di luar sana menyelimuti Bandung Selatan di sore hari.

Advertisements

One thought on “Kehangatan Teh Dalam Pelukan Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s