Gue (Hampir) Benci Ulang Tahun

Purworejo – “Selamat Ulang Tahun Kami Ucapkan, Selamat Sejahtera Sehat Sentosa, Selamat Panjang Umur dan Bahagia..” – lirik lagu Selamat Ulang Tahun versi Indonesia.

Pasti sering mendengar lirik lagu di atas dinyanyikan? Ya, acara perayaan ulang tahun biasanya ramai dengan nyanyian berlirik tersebut di atas. Memulai sesi sharing selanjutnya gue coba bahas pemahaman tentang perayaan ulang tahun. Gue memahami perayaan ulang tahun sebagai peringatan bahwa di hari kita semua dilahirkan, akan berulang setiap satu tahun sekali, dan begitu seterusnya. Peringatan ini yang banyak orang sebut dengan istilah Perayaan Ulang Tahun.

Gue hampir benci ulang tahun.

Bicara pesta ulang tahun banyak dari kita paham seluk beluknya. Bisa jadi, kalau gue kasih kuesioner ke orang-orang tentang suasana ulang tahun pasti bisa ditebak aslinya. Suasana perayaan ulang tahun yang umumnya ada pasti sering kita lihat kue ulang tahun, balon, kado dan orang-orang pake topi kerucut lucu. Orang yang dirayakan pestanya bisa ditebak pasti dress-up. Kemudian dia tiup lilin yang sebelumnya dinyanyikan lagu ulang tahun kaya di atas, serta making a wish. Wahh! Kebayang deh serunya perayaan ulang tahun ketika habis tiup lilin orang-orang di sekitar kita tepuk tangan dengan meriah.

Gue mulai benci ulang tahun.

Ulang tahun gue di hari Kamis, 3 April 2014 kemarin dilewati dengan penuh kesederhanaan. Tanpa kue ulang tahun, balon, kado dan orang-orang pake topi kerucut lucu. Tanpa atribut yang gue sebutkan sebelumnya, ini berarti ulang tahun gue tanpa perayaan.

Ditambah, orang-orang terdekat gue mulai tidak tampak seperti biasanya saat mengapresiasi ulang tahun. Biasanya orang-orang terdekat gue memberikan ucapan setiap selesai shubuh. Apresiasi berupa ucapan dan doa yang diberikan setiap selesai shubuh merupakan fenomena sakral yang terjadi di lingkungan terdekat gue. Meskipun tanpa kue, kado dan undangan orang-orang untuk menggunakan topi kerucut. Tapi, di tahun 2014 ini gambaran kebiasaan di atas tidak terjadi saat hari di mana gue lahir 22 tahun lalu.

Gue mensyukuri ulang tahun.

Anyway, dari kebiasaan ulang tahun yang gue alami, gue masih bersyukur hidup melewati tanggal 3 April 2014 lalu. Mensyukuri kado terbesar yang Sang Pencipta gue, Allah, yaitu nikmat Iman, Islam, dan gue masih hidup di umur 22 tahun ini. Ditambah, gue ga sendirian saat ulang tahun gue datang. Walau tanpa kue, kado dan orang-orang pakai topi kerucut lucu, gue ulang tahun didampingi Amanda, bidadari dunia gue, dan kehangatan Tuvendo crew yang tengah menyiapkan acara Rapim YPT-YPST Triwulan II. Gue ga sendirian pas tiup lilin di atas martabak terkenal se-dakol. Alhamdulillah, terimakasih Allah, Amanda, Tuvendo Crew dan Peserta Rapim YPT-YPST II.

Walau tanpa kue, kado dan orang-orang pakai topi kerucut lucu, gue yang tadinya hampir benci ulang tahun, kini menjadi gue bersyukur ulang tahun di tanggal 3 April 2014 ini. Alhamdulillah. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s